DESAIN COVER
DESKRIPSI FISIK
Judul : Julya; Kisah tentang Frekuensi, Cinta, dan Kanvas
Penulis: Joko Kisworo
Editor: Hahn Cheva
Layouter: Hahn Cheva
Desain Cover: Hahn Cheva
Ukuran Buku: 13,5 x 19,5
Jumlah Halaman: 624
HalamanHarga: Rp. 210.000,-
ISBN: Dalam Pengajuan
SINOPSIS
“Studio ini adalah makam. Suara itu adalah penantian. Cinta ini adalah tiga jiwa yang mencari jalannya pulang.”
Zoro, seorang pelukis penyendiri di Ancol, menemukan foto misterius di ponselnya: seorang gadis bergaun putih berambut pirang. Foto itu tidak bisa dihapus. Malamnya, suara itu datang.
“Aku Julyana. Aku dikuburkan tepat di bawah studiomu. Aku sudah menunggumu seratus lima puluh tahun.”
Julya adalah arwah dari abad ke-19 yang meminta bantuan Zoro untuk menyatu dengan reinkarnasinya—Luna, pelukis Spanyol yang datang ke Indonesia. Tapi ketika Zoro dan Luna saling jatuh cinta, Julya yang cemburu mulai mempertanyakan segalanya.
Perjalanan mereka ke Yogyakarta mengungkap rahasia yang lebih besar: Zoro, Luna, dan Julya bukanlah tiga entitas terpisah. Mereka adalah satu jiwa yang terfragmentasi oleh waktu. Kini, di bawah pohon surga, mereka harus memilih: bersatu selamanya atau berpisah selamanya.
Julya adalah novel yang meramu spiritualitas, sains, dan romansa dalam balutan bahasa sastrawi. Ia bertanya: jika cinta adalah frekuensi, berapa lama kau harus menunggu agar resonansinya kembali?
“Pada akhirnya, cinta bukanlah tentang memiliki. Bukan juga tentang melepaskan. Cinta adalah tentang menjadi. Menjadi diri sendiri. Menjadi satu sama lain. Menjadi sesuatu yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya.”