DESAIN COVER
DESKRIPSI FISIK
Judul : Hellena, Simfoni, di Ruang yang Kedap; Memeluk Cahaya di Ruang Gelap
Penulis: Tony Magpal, MA., Ph.D.
Editor: Tim Symprerifora Media Publisher
Layouter: Hahn Cheva
Desain Cover: Tony Magpal
Ukuran Buku: 15 x 23
Jumlah Halaman: 622 Halaman
Harga: Rp. 250.000,-
ISBN: Dalam Pengajuan
SINOPSIS
Di dalam sebuah ruang yang kedap dari kebisingan dunia, Hellena berjalan sendirian menembus lorong lorong batinnya, tempat ingatan tidak pernah benar benar mati dan luka tidak selalu menemukan bahasa untuk menyatakan dirinya. Di antara bayangan dan cahaya yang berkelindan, ia mendengar kembali suara masa lalu, menyaksikan wajah wajah yang pernah dicintainya, kehilangan yang tidak pernah selesai, dan pertanyaan pertanyaan yang terus mengetuk pintu kesadarannya. Hidup baginya bukan lagi sekadar perjalanan dari kelahiran menuju kematian, melainkan pergulatan sunyi antara apa yang telah terjadi dan apa yang masih mungkin menjadi. Hellena menemukan bahwa manusia sering kali hidup bukan karena telah terbebas dari kegelapan, melainkan karena memiliki keberanian untuk menatapnya tanpa berpaling. Ia perlahan memahami bahwa cahaya bukan sesuatu yang jatuh begitu saja dari langit kehidupan. Cahaya lahir dari keberanian ketika seseorang memasuki kedalaman dirinya sendiri, menyentuh luka yang paling tersembunyi, lalu memilih untuk tidak membiarkan luka itu menentukan seluruh makna keberadaannya. Dalam perjalanan itu, pengampunan hadir bukan sebagai hadiah bagi mereka yang telah bersalah, melainkan sebagai pembebasan bagi jiwa yang terlalu lama memikul beban masa lalu.
Simfoni di Ruang Gelap adalah perjalanan eksistensial menuju wilayah terdalam manusia, ketika ingatan, cinta, kehilangan, kesepian, dosa, pengampunan, dan harapan saling berhadapan dalam satu ruang kesadaran. Tony Magpal menenun kisah ini melalui fragmen ingatan, monolog batin, percakapan yang menyimpan makna tersembunyi, dan realitas kehidupan yang kadang begitu keras hingga manusia harus mempertanyakan kembali arti dirinya sendiri. Novel ini gelap, tetapi tidak kehilangan cahaya. Ia menyakitkan, tetapi tidak kehilangan keindahan. Ia berbicara tentang kehancuran, tetapi diam diam menyimpan kemungkinan kelahiran kembali. Sebab mungkin kehidupan memang bukan tentang bagaimana manusia menghindari kegelapan, melainkan bagaimana ia menemukan makna ketika cahaya hampir tidak terlihat. Simfoni di Ruang Gelap bukan sekadar sebuah novel. Ia adalah perjalanan menuju ruang terdalam jiwa manusia, tempat setiap luka memiliki suara, setiap kehilangan menyimpan gema, dan setiap air mata mungkin sedang menulis jalan pulang. Ia mengundang pembaca bukan hanya untuk membaca, tetapi untuk mendengar, merasakan, dan menemukan dirinya sendiri di antara nada nada kehidupan yang tak pernah benar benar selesai.